Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia meliputi faktor luar dan faktor dalam. Berikut penjelasannya :

  • Faktor luar
Faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, antara lain makan, air, suhu, aktivitas, dan sinar matahari

a. Makanan

Makanan adalah faktor yang utama bagi pertumbuhan. Makanan memiliki beraneka fungsi di dalam tubuh. Fungsi makanan yang terutama adalah sebagai pembangun dan sumber energi. Makanan yang mempunyai peran terbesar bagi pertumbuhan adalah protein. Protein berfungsi sebagai zat pembangun dengan membentuk asam amino dan komponen tubuh lainnya.

b. Air

Air dibutuhkan untuk pertumbuhan karena air merupakan pelarut protoplasma atau media untuk terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh meliputi sintesis protein, respirasi sel, dan ekskresi. Reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh berpengaruh secara langsung pada pertumbuhan karena reaksi-reaksi kimia ini dapat menghasilkan energi, membantu pembentukan sel-sel baru, dan memperbaiki jaringan tubuh.

c. Aktivitas

Aktivitas fisik yang dilakukan selama bertahun-tahun memberikan pengaruh yang nyata pada struktur otot dan tulang. Jika seseorang sering beraktivitas dengan menggunakan otot, misalnya mengangkat beban atau berlari, pertumbuhan ototnya akan lebih kuat dan lebih bagus, Sebaliknya, seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik, otot-ototnya melemah dan tidak berkembang dengan baik. Contoh nyata dapat dilihat pada olahragawan/wati, baik pelari, pengangkat beban, atau cabang lain yang memerlukan aktivitas fisik tinggi: biasanya otot-otot tubuh mereka akan terbentuk dengan baik, kuat, dan besar. Selain itu, dengan melakukan aktivitas secara rutin, badan akan lebih sehat dan metabolisme tubuh lancar. Dengan lancarnya metabolisme tubuh akan baik pula pertumbuhannya.

d. Cahaya matahari

Cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang. Cahaya matahari mampu mengubah prekusor vitamin D menjadi vitamin D yang diperlukan untuk membangun tulang. Orang yang kekurangan vitamin D dapat menderita rakitis.


  • Faktor dalam

Faktor dalam yang memengaruhi pertumbuhan adalah gen dan hormon.

a. Gen

Gen merupakan faktor penting dalam pertumbuhan karena gen adalah penentu pola dasar pertumbuhan yang meliputi bentuk-bentuk tulang, otot, warna kulit, dan ciri-ciri lainnya.

Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan. Selain itu, gen juga merupakan pengendali sintesis protein yang berfungsi untuk membangun tubuh. Penelitian menemukan, bahwa umur sel manusia ditentukan oleh DNA yang disebut telomer yang terletak pada ujung kromosom.

b. Hormon

Hormon merupakan suatu sekret yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang berfungsi mendorong pertumbuhan. Hormon utama yang memengaruhi pertumbuhan adalah somatotrof atau hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari. Orang yang kekurangan hormon somatotrof akan mengalami kekerdilan (dwarfisme), sedangkan orang yang kelebihan hormon somatotrof akan mengalami pertumbuhan raksasa atau gigantisme. 

Jika pertumbuhan hebat terjadi pada ujung-ujung anggota badan seperti dagu, telinga, hidung, lidah dan kaki, disebut akromegali. Jika pertumbuhan yang berlebihan terjadi di usia dewasa, ujung-ujung tulang akan tumbuh ke arah samping.

Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar gondok) juga akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Jika pada masa kanak-kanak kekurangan hormon tersebut akan terjadi kretinisme, yaitu pertumbuhan lambat dan keterbelakangan mental. Pada katak, hormon tiroksin yang berfungsi merangsang dimulainya proses metamorfosis.

Berbeda dengan hewan, perkembangan pada manusia bukan hanya menyangkut kemampuan reproduksi saja, tetapi juga aspek-aspek lainnya seperti kemampuan berpikir dan kemampuan emosional, budaya, maupun religius (sosial, moral, dan spiritual). Berikut adalah contoh perkembangan manusia sejak bayi hingga manula. Sejak dalam kandungan, janin telah dapat medengarkan suara jika sering diajak bicara atau diperdengarkan musik.

Setelah lahir, bayi menangis dan akan terus menambah kemampuan, misalnya tersenyum, berceloteh, belajar berkomunikasi, menirukan gerakan orang lain, minta digendong, takut dengan orang asing, memanggil, atau belajar bermain.

Di usia balita semakin suka meniru, suka dimanja, keras kepala, selalu ingin tahu, serta belajar berkomunikasi dengan kawan kawannya. Setelah usia sekolah, anak mulai mengerti tentang peraturan; patuh dan taat pada guru dan orang tua, akrab dengan orang yang dekat dengannya, mempunyai hobi, mulai mengerti tanggung jawab, dan bercita-cita. Pada masa remaja, mulai mencari jati diri, suka dengan hal-hal baru, serta mengenal baik dan buruk. Mereka memiliki keinginan menjadi pemuda/pemudi yang bertanggung jawab, mandiri, merasa dewasa dalam bertindak serta membuang sifat kekanak-kanakannya. Meski telah memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, pernikahan belum diperbolehkan karena secara mental dan fisik belum siap.

Setelah dewasa, berpotensi untuk terus belajar, bekerja, dan berinisiatif. Selain itu, mereka mengembangkan keterampilan, berkreatif, menciptakan teknologi, membina hubungan sosial, aktualisasi diri, dan terus berprestasi. Setelah tua, manusia mengalami penurunan fungsi-fungsi organ tubuh; gerakan mulai melambat, mudah lelah, pendengaran berkurang, mata kabur, gigi tanggal (ompong), rambut beruban dan rontok, tulang keropos, sendi-sendi kaku dan tidak lentur lagi, jaringan ikat elastis bawah kulit menghilang sehingga kulit menipis dan keriput, penyembuhan luka lambat, daya tahan tubuh berkurang, rentan penyakit, dan akhirnya meninggal.

Perkembangan manusia ini juga sangat dipengaruhi oleh kematangan fisik, kesehatan, faktor ekonomi, dorongan cita-cita psikologis, keluarga, serta tuntutan budaya/kultural masyarakat pada masing-masing individu.


Comments